Monday, October 17, 2011

Tentang Phobia

Fobia (Phobia) kata ini pasti udah lazim di telinga kita apalagi kl kita sering ngerjain orang, trs dia teriak "GUE FOBIA AMA ITU TAU!!!", jadi hal itu pasti udah melekat banget di telinga kita.
Tapi apa sih yg bikin org fobia itu kadang burem, kadang jelas. Ada yg dari trauma, ada yg ngerasa jijik, ada yg ngerasa hal itu menakutkan, dsb + segala alasan tambahannya.
Dan sekarang kenapa gue nulis post ini? Bukan karena gue dokter atau ahli, saya cuma seorang siswa SMA program IPS biasa kok. Alesannya ya karena kebetulan beberapa temen gue itu felinophobia (nama gak bakal disebut kok, tenang) dan di Yahoo!com juga muncul berita ttg Ayu Ting Ting juga felinophobia. (baca di sini)..

Jadi, karena gue bukan ahli yg lebih ahli dlm hal" biologisnya, gw cuma bakal nilai dari hal yang lebih condong ke pendapat pribadi sih.



Pertama, mari kita lihat dari Tuan Wikipedia tentang Fobia:


Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara di bayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.

Dalam keadaan normal setiap orang memiliki kemampuan mengendalikan rasa takut. Akan tetapi bila seseorang terpapar terus menerus dengan subjek Fobia, hal tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya fiksasi. Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Penyebab lain terjadinya fiksasi dapat pula disebabkan oleh suatu keadaan yang sangat ekstrem seperti trauma bom, terjebak lift dan sebagainya.
Seseorang yang pertumbuhan mentalnya mengalami fiksasi akan memiliki kesulitan emosi (mental blocks) dikemudian harinya. Hal tersebut dikarenakan orang tersebut tidak memiliki saluran pelepasan emosi (katarsis) yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber Fobia secara otomatis akan merasa cemas dan agar "nyaman" maka cara yang paling mudah dan cepat adalah dengan cara "mundur kembali"/regresi kepada keadaan fiksasi. Kecemasan yang tidak diatasi seawal mungkin berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang secara terus menerus ditekan kembali ke bawah sadar (represi). Pola respon negatif tersebut dapat berkembang terhadap subjek subjek fobia lainnya dan intensitasnya semakin meningkat. Walaupun terlihat sepele, “pola” respon tersebut akan dipakai terus menerus untuk merespon masalah lainnya. Itu sebabnya seseorang penderita fobia menjadi semakin rentan dan semakin tidak produktif. Fobia merupakan salah satu dari jenis jenis hambatan sukses lainnya.
Beberapa istilah sehubungan dengan fobia :
  • afrophobia — ketakutan akan orang Afrika atau budaya Afrika.
  • agoraphobia - takut pada lapangan
  • antlophobia — takut akan banjir.
  • bibliophobia - takut pada buku
  • caucasophobia — ketakutan akan orang dari ras kaukasus.
  • cenophobia — takut akan ruangan yang kosong.
  • claustrophobia - takut akan naik lift.
  • dendrophobia - takut pada pohon
  • ecclesiophobia - takut pada gereja
  • felinophobia - takut akan kucing
  • genuphobia - takut akan lutut
  • hydrophobia — ketakutan akan air.
  • hyperphobia - takut akan ketinggian
  • iatrophobia - takut akan dokter
  • japanophobia - ketakutan akan orang jepang
  • lygopobia - ketakutan akan kegelapan
  • necrophobia - takut akan kematian
  • panophobia - takut akan segalanya
  • photophobia — ketakutan akan cahaya.
  • ranidaphobia - takut pada katak
  • schlionophobia - takut pada sekolah
  • uranophobia - ketakutan akan surga
  • venustraphobia - takut pada perempuan yang cantik
  • xanthophobia - ketakutan pada warna kuning
  • arachnophobia - ketakutan pada laba-laba
  • lachanophobia - ketakutan pada sayur-sayuran


Sengaja gak gue edit" lagi, biar link"nya ga ilang, dan ini adalah kutipan yg diambil dari Common-Phobias ttg felinophobia yg di sini disebut Ailurophobia :

What is Ailurophobia?
Ailurophobia is the fear of cats. The origin of the word Ailuro is Greek (meaning cat) and phobia is Greek (meaning fear). Ailurophobia is considered to be a specific phobia, which is discussed on the home page. Ailurophobia is also known as Elurophobia, Felinophobia, Galeophobia and Gatophobia.

What are the causes?
It is generally accepted that phobias arise from a combination of external events (i.e. traumatic events) and internal predispositions (i.e. heredity or genetics). Many specific phobias can be traced back to a specific triggering event, usually a traumatic experience at an early age. Social phobias and agoraphobia have more complex causes that are not entirely known at this time. It is believed that heredity, genetics, and brain chemistry combine with life-experiences to play a major role in the development of phobias. (Wikipedia - phobia).

What are the symptoms?
As with any phobia, the symptoms vary by person depending on their level of fear. The symptoms typically include extreme anxiety, dread and anything associated with panic such as shortness of breath, rapid breathing, irregular heartbeat, sweating, excessive sweating, nausea, dry mouth, nausea, inability to articulate words or sentences, dry mouth and shaking. .

Can I take medicine?
Medicine can be prescribed, but please note that these medications can have side effects and/or withdrawal systems that can be severe. It is also importation to note that medicines do not cure phobias, at best they only temporarily suppress the systems. However, there are treatments for phobias, which include counseling, hypnotherapy, psychotherapy, and Neuro-Linguistic programming. Please click on the link at the top of the page called “Treatment Information” to find out more information on these types of treatments.


Ya itu sih cuma kutipan", kalo mau baca lengkapnya bisa buka pagenya yg udah di-link di nama page-nya. Dan kalo gue pribadi sih, gue merasa gak fobia, cuma sering gugup aja kl ngobrol ama orang yg kurang kenal dan yg gak kenal. Yah, gue pikir sih itu umum.
Jadi, salahkan orang fobia? Menurut gue, ngga juga sih, toh mereka fobia juga bukan kehendak dia, mungkin muncul sendirinya dari trauma" tanpa adanya instruksi, ataupun dari sejak lahir takut ketinggian, takut suara dencitan, dsb. Sebenernya ada banyak banget fobia yg aneh", yah cuma gue kurang tau aja. Jadi selamat mencari-cari info.
Untuk tambahan, kayanya fobia itu bisa disembuhin, asal rajin terapi, ok?


Akhir kata, maaf kalo gaje ato biasa aja, abis lagi buntu, tp lg pengen nge-post, beginilah jadinya.
Sekali lagi terimakasih, SNSD Daebak! :D

No comments:

Post a Comment